Lilis lamiang adalah benda pusaka kaum Dayak lilis lamiang dipercaya sebagai buah dari pohon batang garing atau Batanghari atau pohon kehidupan.
ada 7 fungsi Lilis lamiang bagi kaum Dayak
Fungsi Yang pertama, lilis lamiang dipakai sebagai alat upacara adat
Dalam upacara adat lilis lamiang digunakan sebagai penekan hambaruan atau memperkuat atau jiwa supaya tidak mengalami gangguan dari roh-roh halus makanya di dalam acara nahunan atau pembaptisan Dayak ngaju bayi akan diikatkan manas lamiang sebagai pelindung.
lamiang juga digunakan sebagai syarat beberapa ritual adat dalam pembuatan mandau pusaka atau beberapa jenis ritual lainnya seperti menggantang sahur
Fungsi yang ke- 2 Sebagai syarat perkawinan.
Lamiang di dalam kebudayaan Dayak ngaju adalah simbol ketulusan hajak atau niat laksana lamiang yang tidak pernah pudar warna merahnya di dalam upacara pernikahan Manik lamiang disebut disebut turus pelek adalah kayu yang ditancapkan ke tanah sebagai tempat perahu agar tidak hanyut terbawa arus maka nilai pernikahan dalam adat Dayak ngaju adalah sebagai bentuk Pelabuhan Terakhir dari sang laki-laki dan wanita,
Lilis lamiang juga adalah salah satu wujud cinta dari sang laki-laki karena warna merah manik lamianh yang ini tidak akan pudar oleh sang waktu demikian juga cinta sang laki-laki tadi tidak akan pudar.
Lilis lamiang Juga sebagai pemegang hambaruan atau memperkuat jiwa maka pasangannya nanti akan menjadi orang yang selalu memperkuat jiwa pasangannya
Lamiang juga digunakan sebagai bekal Ketika seseorang meninggal maka dapat dapat dijelaskan juga mengandung makna cinta dan kesetiaan harus dibawa Sampai Mati
fungsi ke-3 sebagai jimat
ada beberapa lilis lamiang memang bisa digunakan sebagai jimat dalam hal perlindungan diri ketika kita berpergian bisa dibuat menjadi kalung maupun gelang sebagai penolak dan pengusir roh hutan yang jahat juga sebagai pelepas penghuni dan kepuhunan atau dalam bahasa Indonesianya tulah.
Fungsi yang ke-4 sebagai bekal kubur
dalam adat Dayak maanyan adalah kalau orang meninggal lilis lamiang yang ditumbuk dan dimasukkan di dalam mulut
supaya kalau berada di tumpuk alam Kayangan dia membuktikan dengan menunjuk mulutnya
ada juga yg hanya diletakkan di mulut begitu saja sebagai bekal kubur.
Fungsi Yang ke-5 untuk berburu ketika berburu
menemukan hewan terutama babi hutan yang sangat besar dan dianggap susah dibunuh, maka pada bagian senapannya atau akan diikatkan lilis lamiang supaya bisa untuk menembus babi hutan tadi.
Fungsi yang ke-6
sebagai pengobatan pada saat prosesi
penyembuhan lilis lamiang yang digunakan sebagai pengganti atau penukar jiwa si sakit agar lekas sembuh.
dalam lamiang juga dimasukkan pada air permandian bayi untuk menangkal penyakit Liman pada bayi .
Funngsi Yang ketujuh sebagai perkasih
konon adalah lamiang yang bisa digunakan sebagai perkasih atau pemikat wanita ini konon khusus untuk untuk lamiang yang kedua Sisinya berwarna hitam kecoklatan
Posting Komentar