Beseputkalteng.blogspot.com, Jakarta-data menunjukkan terjadinya Cluster sekolah pada masa uji. yang dikeluarkan dari Kemendikbud ristek menjadi kekhawatiran berbagai pihak.
Uji Coba pembelajaran tatap muka terbatas diselenggarakannya pembelajaran tatap muka dilakukan berdasarkan SKB menteri tanpa adanya batasan jenjang pendidikan namun diselenggarakan dengan protokol kesehatan yang ketat.
meski demikian di tengah penurunan level PKM di sejumlah kota besar di Indonesia meningkatnya Cluster sekolah ini menjadi kekhawatiran akan kembalinya peningkatan kasus covid 19
melihat data terkait Cluster sekolah yang dikeluarkan oleh Kemendikbud ristek adalah data saat ini tercatat ada 1296 Cluster sekolah covid -19.
data-data didapatkan dari hasil riset terhadap 47000 sekolah begitu dari 47000 sekolah dan diklaim oleh Kemendikbud ristek dari 47000 sekolah kemudian ada 1296 terjadi cluster artinya ini hanya sekitar 2,77% dari seluruh total data yang di reset ini artinya Apa artinya Cluster sekolah ini masih jauh lebih sedikit daripada sekolah-sekolah yang melaksanakan KTM terbatas dengan aman begitu.
namun tetap saja ini kekawatiran kita semua di masa PPKN yang sudah turun levelnya di beberapa daerah di Indonesia
tentunya adanya cluster sekolah ini bisa menyebabkan kekhawatiran baru
dari total 1294 sekolah, Kemendikbud juga menyebutan bahwa total siswa yang terpapar covid yaitu sekitar 7200 siswa terpapar dengan jumlah guru yang lebih banyak tercatat ada 15000 guru yang terpapar covid dari hasil riset yang dikeluarkan oleh Kemendikbud ristek dari 1296 Cluster sekolah yang ada di Indonesia.
semenjak dilaksanakannya PTM dan uji coba pembelajaran tatap muka terbatas data yang dari tanggal 22 September ini kita bisa melihat jumlah sekolah-sekolah berbagai tingkat atau jenjang level pendidikan yang paling banyak terdapat adalah kelompok :Sekolah Dasar sebanyak 583 sekolah kemudian
Sekolah Menengah Pertama sebanyak 244
sekolah SMA 109
kemudian disusul dengan pendidikan anak usia dini atau Paud SLB ada di SMK ada 70 Cluster.
Salah satu syarat yang harus di lakukan oleh sekolah-sekolah yang melaksanakan Pembelajaran Tatap muka yang terbatas adalah wilayahnya ini sudah ada di zona ppkm level 1 sampai 3 ini saja.
Kemudian juga ada berbagai syarat yang sangat ketat yan harus di sekolah siapkan contohnya dan juga terkait dengan bagaimana sekolah-sekolah tersebut bisa menjadi Satgas yang kemudian memonitor seluruh kegiatan yang ada di sekolah tersebut dan melaporkannya ke dinas pendidikan setempat sehingga bisa terawasi dengan jelas status tapi nanti status siswa-siswa yang ada di sekolah-sekolah.
berdasarkan rilis dari Kemendikbud ristek katanya paling banyak terjadi di Jawa Timur dengan 165 Cluster kemudian juga disusul dengan Jawa Barat ada 105 Cluster Jawa Tengah 131 kelas darah kemudian adat Sumatera Utara 52 Cluster Nusa Tenggara Timur ada 104 kasar Kalimantan Barat 50 Cluster Kalimantan tengah 49 cluster Sumatera Barat 51 cluster dan Lampung ada 43 Cluster ini adalah Cluster sebaran sekolah dimana terdapat siswa atau guru-gurunya yang terpapar covid 19.
Menteri Pendidikan Kebudayaan riset dan teknologi nadiem Makarim mengatakan bahwa tidak memberhentikan pembelajaran tatap muka karena sudah satu setengah tahun dilakukan pembelajaran jarak jauh ataupun PG untuk wilayah wilayah dan infrastruktur internetnya jaringan komunikasi Menjadi kendala yang sangat besar dan dikhawatirkan akan terjadi learning lose siswa-siswa Kita dimana learning. Lose ini nantinya akan membawa dampak bagi kualitas sumber daya manusia Indonesia
Semoga bisa dilaksanakan pembelajaran tatap muka terbatas dengan protokol kesehatan yang ketat dan terawasi sehingga bisa menantisifasi berbagai hal yang bisa menyebabkan kembalinya penyebaran virus Corona di sekolah .
Posting Komentar